News Update :

food.detik

Info Populer

Kegiatan Wanita

Baca Juga Artikel : More on this category »

Lomba Foto Trend Hijab

Baca Juga Artikel : More on this category »

Kesehatan

Baca Juga Artikel : More on this category »

Silaturahim

Baca Juga Artikel : More on this category »

Kuliner

Baca Juga Artikel : More on this category »

Artikel Islami

Baca Juga Artikel : More on this category »

Pernikahan Islami

Baca Juga Artikel : More on this category »
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Penelitian Mengenai Pelukan bagi Suami Istri


Pelukan, meskipun hanya dilakukan sebentar, ternyata mendatangkan banyak manfaat bagi suami istri. Berikut ini adalah tiga diantara sekian banyak manfaat pelukan bagi suami istri beserta penjelasan ilmiahnya:

1. Menenangkan
Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pulang dari gua Hira seusai menerima wahyu pertama, beliau menggigil seperti demam. “Zammilunii... zammiluni...” kata beliau meminta Khadijah menyelimutinya. Pada saat itu Rasulullah mengkhawatirkan dirinya, namun dengan dukungan sang istri, kekhawatiran itupun sirna.

“Saat tubuh merasakan sentuhan, nueotransmitter di otak akan mengirimkan hormon Endormorfin ke dalam aliran darah dengan jumlah cukup besar. Hormon tersebut mampu menurunkan ketegangan saraf dan tekanan darah” tulis Cahyadi Takariawan dalam Wonderful Family.

Demikianlah, Anda juga bisa mempraktekkannya. Jika suami Anda kalut, galau, atau menghadapi masalah, peluklah ia. Sebagai istri, Anda adalah orang yang paling berhak menenangkannya. Buktikan bahwa diri Anda adalah perhiasan terbaik di muka bumi.

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adaah wanita shalihah” (HR. Muslim).

Demikian pula jika istri Anda menghadapi masalah atau mengkhawatirkan buah hatinya, yang sedang sakit misalnya. Pelukan Anda akan membantu menenangkan dirinya.

2. Memberikan dukungan
Sebuah penelitian yang dilakukan University of California membuktikan, suami istri yang saling berpegangan tangan dan bersentuhan dapat mengurangi rasa sakit. Penelitian lain menunjukkan, berpelukan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memberikan semangat.

Pepatah Arab mengatakan, “Di balik pahlawan besar selalu ada perempuan agung.” Maka jika Anda menginginkan suami berprestasi dan menjadi pahlawan, dukungan Anda adalah salah satu kuncinya. Dukungan tidak selalu harus berupa kata-kata. Terlebih bagi banyak pria, mereka kurang bisa menjadi pendengar yang baik. Maka sedikit kata yang kau bisikkan disertai pelukan akan menjadi salah satu dukungan dan motivasi besar baginya.

“Perempuan bagi banyak pahlawan,” kata Anis Matta dalam Mencari Pahlawan Indonesia, “adalah penyangga spiritual, sandaran emosional; dari sana mereka mendapatkan ketenangan dan gairah, kenyamanan dan keberanian, keamanan dan kekuatan. Laki-laki menumpahkan energinya di luar rumah dan mengumpulkannya kembali di dalam rumah.”

3. Mendekatkan hubungan
Terkadang, sulit bagi suami istri yang sedang marahan atau berselisih untuk memulai meminta maaf dengan kata-kata. Nah, jika Anda saat ini sedang ada “masalah”dengan istri atau suami Anda, dekatilah ia. Kemudian peluklah ia. Jika bibir belum mampu bicara banyak, cukup kalimat singkat “Maafkan aku sayang.”

Pelukan seperti ini tentu saja tidak hanya dibutuhkan pada saat terjadi konflik. Pelukan yang rutin dilakukan oleh suami istri akan semakin mendekatkan hubungan keduanya. Wallaahu a’lam bish shawab. (bersama dakwah.com)

Tips Mempunyai Keturunan


Anak merupakan anugerah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hadirnya anak merupakan hal yang banyak dinanti oleh suami istri. Karena anak adalah generasi penerus, salah satu sumber kebahagiaan orangtua, dan saham akhirat. Bagaimana jika sudah lama menikah namun belum dikaruniai anak? Barangkali itu adalah ujian tersendiri yang dengannya Allah memberikan pahala besar bagi pasangan suami istri. Sebagai umat Islam, ikhtiar harus tetap dilakukan. Nah, berikut ini 3 Tips Agar Punya Anak yang bisa dicoba:

1. Tips Kesehatan
Perbaiki kesehatan secara umum dengan cara:
- Mengatur waktu tidur yang cukup dan bacalah doa sebelum tidur
- Mengkonsumsi makanan empat sehat lima sempurna, terutama kecambah, brokoli, daun kemangi, bawang merah, bawang putih, kacang tanah, kacang mede, wijen, susu, telur ikan, telur ayam, ikan laut dan kerang
- Memenuhi asupan air putih dengan cukup
- Berolah raga secara rutin
- Menghindari rokok karena nikotin dapat mempengaruhi kualitas sperma
- Jika perlu, minumlah obat yang memacu produksi sperma dan memperbaiki kualitasnya

2. Tips Biologis
Lakukan hubungan suami istri secara teratur, terutama pada masa subur, yaitu 14 hari menjelang menstruasi hingga sesaat sebelum menstruasi

3. Tips Spiritual
Berdoa, bersabar, dan bangunlah di sepertiga malam terakhir untuk melaksanakan shalat tahajud. Selain waktu itu sangat mustajab untuk berdoa, tahajud juga membuat fisik menjadi sehat.

Demikian 3 Tips Agar Punya Anak yang disarikan dari Buku Pintar Sehat Islami karya dr. Mohammad Ali Toha Assegaf. Yakinlah kekuasaan Allah yang telah mengaruniai Nabi Zakariya keturunan meskipun beliau sudah sangat tua dan istrinya mandul. Jika Allah berkehendak, Kun Fayakun. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. [bersamadakwah.com]

Hukum Keluarga Berencana (KB)


Ikatan pernikahan bukan saja merupakan bentuk ibadah kepada Allah Ta’ala, tapi juga merupakan sarana untuk memperoleh keturunan. Karena itu, Islam sangat melarang pembatasan keturunan melalui proses pemandulan tanpa ada alasan yang bisa dibenarkan secara hukum syara’. Demikian dikemukakan Wakil Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Drs. H. Sholahudin Al-Aiyub, M.Sc menanggapi pertanyaan sejumlah umat Islam tentang KB dengan cara vasektomi dan tubektomi.
Dikemukakan, Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk menikah dan melarang keras untuk hidup melajang. Beliau bersabda:
“Nikahlah kalian dengan perempuan yang memberikan banyak anak dan banyak kasih sayangnya. Karena aku akan membanggakan banyaknya jumlah umatku (kepada para Nabi lainnya) di hari kiamat.” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban).
Hadits tersebut memberikan motivasi kepada setiap orang muslim untuk bersegera menikah dan kemudian mempunyai banyak keturunan. Ada beberapa orang yang khawatir, jika memiliki banyak keturunan akan membawa kesulitan dalam mencukupi kebutuhan hidupnya, dengan alasan karena, misalnya, pendapatannya terhitung pas-pasan.
Kekhawatiran seperti ini sebetulnya wajar, tapi sesungguhnya setiap anak yang dilahirkan pasti telah ditentukan rizkinya oleh Allah Ta’ala. Sebagaimana Firman Allah dalam Al-Qur’an:
“…Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, …” (QS. Al-An’am 6:151)
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar”. (QS. Al-Isra’ 17:31)
Namun demikian perlu juga diingat bahwa ajaran agama Islam juga mewajibkan kepada kepala keluarga untuk memberikan nafaqoh (nafkah) kepada keluarganya, baik nafaqoh dhohiriyah (nafkah fisik), misalnya mencukupi sandang, pangan, papan, dan kesehatannya, ataupun nafaqoh ruhiyah (nafkah batin), misalnya pendidikan, pengetahuan agama dan sebagainya. Sehingga ajaran agama Islam bukan hanya memotivasi umatnya agar mempunyai banyak keturunan, tetapi juga menekankan agar keturunan tersebut dapat hidup secara berkualitas, baik dhahirnya maupun batinnya. Tetapi pemberian nafkah itu sesuai dengan kemampuan kepala keluarga dan tidak dipaksakan harus memenuhi di atas kemampuannya. Allah berfirman:
“… dan wajib kepada orang tua untuk memberikan rizki dan pakaian kepada anak-anaknya dengan ma’ruf. (Tetapi) tidak dibebankan (kewajiban itu) keculi sesuai dengan kemampuanya …” (QS. Al-Baqarah 2:233).
Dengan dasar pemikiran seperti itu para ulama membolehkan Keluarga Berencana (KB) dengan pertimbangan bahwa KB dapat menjadi sarana (washilah) untuk mengupayakan adanya keturunan yang lebih berkualitas. Para ulama berijtihad bahwa KB merupakan bentuk dari tanzhim an-nasl (merencanakan keturunan) dan bukan merupakan tahdid an-nasl (memutus keturunan, pemandulan). Karenanya, tanzhim an-nasl hukumnya mubah (boleh dilakukan) dan tahdid an-nasl hukumnya haram.
Namun yang menjadi persoalan adalah tata cara KB saat ini banyak mengalami perkembangan. Saat ini ada banyak macam tata cara KB, misalnya dengan menggunakan suntik, minum pil, menggunakan kondom, melakukan ‘azl (ketika akan ejakulasi mencabut kemaluan dan mengeluarkan sperma di luar) dan menggunakan spiral. Begitu juga ada dengan cara vasektomi atau tubektomi. Karenanya, KB yang saat ini berkembang tidak serta merta dapat digolongkan sebagai tanzhim an-nasl yang dibolehkan, tapi juga ada yang bisa digolongkan sebagai tahdid an-nasl yang diharamkan, tergantung tata cara KB yang dipergunakan.
Oleh karenanya, saat ini para ulama dalam menghukumi KB akan melihat terlebih dahulu (tafshil). Jika KB yang dipakai masuk dalam kategori tanzhim an-nasl (merencanakan keturunan, tidak pemandulan secara tetap sehingga memungkinkan untuk memperoleh keturunan lagi) maka hukumnya boleh (mubah). Sedangkan jika KB yang dipakai masuk dalam kategori tahdid an-nasl (memutus keturunan, di mana menyebabkan pemandulan tetap) maka hukumnya haram. Vasektomi dan tubektomi termasuk dalam kategori tahdid an-nasl karena merupakan upaya pemandulan tetap dengan memotong saluran sperma. Oleh karenanya hukumnya haram, sebagaimana fatwa MUI pada tahun 1979 dan dikukuhkan kembali pada Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa Se Indonesia ke III tahun 2009.
Diakui, bahwa saat ini ada yang membolehkan vasektomi dengan alasan ditemukannya teknologi yang memungkinkan disambung kembali saluran sperma yang telah dipotong (rekanalisasi). Sehingga menurut pendapat ini alasan hukum (’illah) keharaman vasektomi, yakni pemandulan tetap, dapat dihilangkan, sehingga hukum vasektomi menjadi boleh (mubah), sesuai dengan kaidah: “Hukum sesuatu tergantung pada ada-tidaknya alasan hukumnya.” “Hilangnya hukum sesuatu disebabkan oleh hilangnya alasan hukum (‘illah)nya.”
Namun MUI tidak setuju dengan pendapat ini. Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa MUI se Indonesia tahun 2009 yang diikuti oleh sekitar 750 ulama dari seluruh Indonesia tetap mengharamkan vasektomi, dengan alasan bahwa upaya rekanalisasi (penyambungan kembali) saluran sperma yang telah dipotong tidak menjamin pulihnya tingkat kesuburan kembali yang bersangkutan, sehingga vasektomi tergolong kategori tahdid an-nasl yang diharamkan. Keterangan bahwa upaya rekanalisasi (penyambungan kembali) saluran sperma yang telah dipotong tidak menjamin pulihnya tingkat kesuburan tersebut sebagaimana penjelasan dari Prof. Dr. Farid Anfasa Moeloek dari bagian Obsteri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran UI dan Furqan Ia Faried dari BKKBN.
Namun begitu tidak berarti sudah tidak ada jalan keluar bagi seorang perempuan yang secara tegas dinyatakan dokter sudah tidak diizinkan untuk melahirkan lagi, karena secara medis bisa membahayakan dirinya. Dalam kondisi seperti itu, maka bisa melakukan tubektomi. Walaupun hukum melakukan tubektomi adalah haram, karena merupakan pemandulan secara tetap, tetapi melihat kondisi seorang perempuan yang apabila hamil dan melahirkan akan membahayakan dirinya, maka dalam kondisi tersebut hukum tubektomi menjadi boleh (mubah), dengan alasan dharurah (darurat, terpaksa), sesuai kaidah: “keadaan terpaksa (dharurah) dapat membolehkan sesuatu yang awalnya dilarang.”

Mengenal Karakter Pasangan Hidup Kita


Memiliki rumah tangga yang harmonis dan bahagia dalam ikatan pernikahan tentu menjadi impian kita semua, namun untuk mewujudkannya tentu tidak semudah mengucapkannya, tidak sedikit pasangan yang gagal mewujudkannya dan rumahtangga berakhir dengan kata perceraian. padahal perceraian bukan berarti permasalahan yang dihadapi bisa selesai, dengan siapapun kita dipertemukan (jodoh) maka kita harus bisa belajar untuk mengenali karakter pasangan kita, agar kita bisa memahami mengapa si dia bersikap begini atau begitu. 

Menurut Florence Littauer ada 4 karakter dasar yang perlu kita pelajari sebagai bekal untuk membangun komunikasi efektif dalam keluarga ataupun di masyarakat.


Api  (Intuiting / Intuisi) - Sanguinis Yang Populer - Spiritual, Spontan, Kreatif

Tipe Sanguin adalah tipe yang paling terbuka diantara semua tipe perangai. Bahkan tipe ini dapat disebut super terbuka. Orang Sanguin adalah orang yang suka berbicara mudah menyesuaikan diri ramah hangat dan penuh humor dan responsive. Tipe Sanguin tidak tahan melihat orang asing didepan mereka tanpa memberi tanggapan kepadanya. Orang Sanguin adalah orang yang suka bergaul dan spontan. Mereka jarang kwatir akan masa depan dan masa lalu, mereka menikmati lebih banyak kegembiraan dari hari-hari yang dilaluinya dibandingkan dengan tipe-tipe lainnya.

Orang Sanguin biasanya bukan pemikir berat , mereka menafsirkan kejadian –kejadian yang ada dengan cepat. Kadang-kadang mereka mendapat kesulitan karena jarang mengantisipasi dari pilihan itu atau tindakan mereka. Perasaan mereka mempunyai peranan yang sangat dominan didalam segala sesuatu, sehingga mereka cenderung membuat keputusan-keputusan yang bersifat emosional. Belajar dari pengalaman, keputusan-keputusan yang bersifat emosional hampir selalu merupakan keputusan-keputusan yang buruk.

Sanguin adalah orang yang gembira, yang senang hatinya, mudah untuk membuat orang tertawa, dan bisa memberi semangat pada orang lain. Tapi kelemahannya adalah dia cenderung impulsive, yaitu orang yang bertindak sesuai emosi atau keinginannya.

Air (Feeling / Perasaan) - Melankolis Yang Sempurna - Emosional, Sensitif, Teliti

Tipe yang paling berbakat dari semua tipe adalah tipe Melankolik sekalipun mereka tipe paling akhir yang menghargai bakat mereka sendiri. Tipe Melankolik mempunyai sifat dasar yang tertutup. Mereka sering mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi dan bersifat estetis yang mendalam sehingga mereka lebih menghargai seni dibandingkan dengan perangai yang lainnya.

Tipe Melankolik cenderung suka murung dan mudah putus. Orang Melankolik dilahirkan sebagai orang pefeksionis, sering meremehkan diri mereka sendiri untuk tidak tidak melakukan dengan lebih baik walaupun pada kenyataannya produktivitas mereka lebih daripada kebanyakan perangai lainnya. Mereka adalah orang yang mau mengorbankan diri sendiri, serius, dan takut akan kegagalan. Mereka mempunyai sifat dasar yang teliti, hidup dengan tantangan atau visi untuk menginvestasikan hidup mereka, tetapi jarang dapat menghasilkan sendiri.

Tipe melankolik adalah orang yang terobsesi dengan karya yang paling bagus, yang paling sempurna dan dia memang adalah seseorang yang mengerti estetika keindahan hidup ini. Perasaannya sangat kuat, sangat sensitif maka kita bisa menyimpulkan bahwa cukup banyak seniman yang memang berdarah melankolik. Kelemahan orang melankolik, ia mudah sekali dikuasai oleh perasaan dan cukup sering perasaan yang mendasari hidupnya sehari-hari adalah perasaan murung.

Udara (Thinking / Berpikir) - Koleris Yang Kuat - Rasional, Cerdas, Cekatan

Tipe kolerik adalah juga tipe terbuka tetapi biasanya tingkat keterbukaannya lebih rendah daripada tipe Sanguin yang super terbuka. Orang Kolerik adalah juga orang yang aktif, semangat pekerja keras, ambisius, motivator bagi orang lain. Karena sifatnya yang berkemauan keras mandiri dan berpendidikan keras, orang kolerik cenderung keras kepala.

Kompromi merupakan hal yang sangat sulit bagi mereka kecuali kompromi itu bermanfaat bagi tujuan yang mereka miliki. Mereka mempunyai tujuan untuk segala sesuatu dari kesehatan jasmani sampai tingkah laku anak. Mereka adalah tipe yang suka mengambil alih , yang suka memerintah orang-orang lain disekeliling mereka, tidak peduli apakah ornag itu menyukainya atau tidak. Orang Kolerik tidak pernah untuk mencoba untuk tidak menguasai suatu situasi dan mereka hidup penuh dengan pertentangan. Bagian dari sifat dasar mereka yang belum berkembang adalah emosi mereka. Mendapatkan persetujuan dari mereka hampir merupakan hal yang tidak mungkin.

Mencapai tujuan mereka adalah ambisi bagi orang Kolerik, dan beberapa orang Kolerik mendapatkan reputasi mereka dengan memperalat orang lain.
Seseorang yang kolerik adalah seseorang yang dikatakan berorientasi pada pekerjaan dan tugas, dia adalah seseorang yang mempunyai disiplin kerja yang sangat tinggi. Kelebihannya adalah dia bisa melaksanakan tugas dengan setia dan akan bertanggung jawab dengan tugas yang diembannya.

Kelemahan orang yang berciri kolerik adalah kurangnya kemampuan untuk bisa merasakan perasaan orang lain (empati), belas kasihannya terhadap penderitaan orang lain juga agak minim, karena perasaannya kurang bermain.

Tanah (Sensing / Mengamati) - Phlegmatis yang damai - Materialistis, Tenang, Stabil

Tipe Plegmatik merupakan orang yang tertutup yang sangat diam, tidak menuntut kalem dan lambat. Mereka tidak pernah menjadi gelisah membuat malu diri mereka sendiri dengan meminta maaf untuk segala sesuatu yang telah mereka katakana. Mereka jarang mengeluarkan ide-ide atau perasaan jika mereka tidak yakin mereka tidak akan melukai atau menyakiti orang lain.
Orang plegmatik merupakan orang yang sangat baik dengan sifat yang bahagia dan menyenangkan. Banyak yang dari mereka sangat lucu karena mereka mempunyai daya humor. Mereka dilahirkan dengan bakat diplomat dan pembawa damai, mereka dicintai oleh anak-anak. Orang-orang Plegmatik merupakan teman yang menyenangkan dan tidak menakutkan, dua dari kelemahan mereka yang utama adalah rasa takut dan egois, walaupun mereka menunjukkan sikap ini dengan sangat diplomatis sehingga bahkan beberapa teman baik mereka tidak mengenal mereka.
Tipe plegmatik adalah orang yang cenderung tenang, dari luar cenderung tidak beremosi, tidak menampakkan perasaan sedih atau senang. Naik turun emosinya itu tidak nampak dengan jelas. Orang ini memang cenderung bisa menguasai dirinya dengan cukup baik, ia intorspektif sekali, memikirkan ke dalam, bisa melihat, menatap dan memikirkan masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya. Kelemahan orang plegmatik adalah ia cenderung mau ambil mudahnya, tidak mau susah, sehingga suka mengambil jalan pintas yang paling mudah dan gampang.

Setiap kita bisa memiliki salah satu karakter diatas, misal sanguin, sehingga di sebut sanguinis sempurna, tapi bisa juga perpaduan dari dua karakter atau lebih, misalkan sanguinis + melankolis, adapun yang membedakan antara satu dengan lainnya adalah persentase dari perpaduan karakter tersebut.  Bersambung....

By : Musdalifah
(Ketua WKM - Pemerhati Perempuan dan Anak)

Pendidikan Keluarga Modal Awal Kualitas Bangsa



Karena 80% potensi hidup manusia dikembangkan dan ditentukan sejak di dalam kandungan hingga usia 8 tahun, berarti sebagian besar potensi manusia ditentukan oleh keluarga.

Semua orangtua menginginkannya. Semua orangtua menginginkan anak-anaknya menjadi tidak hanya sehat dan cerdas, tapi juga shalih dan shalihah. Para orangtua juga menginginkan memiliki anak-anak yang mandiri, kreatif, memiliki motivasi, memiliki gairah belajar, memilki harga diri dan pandai menyesuaikan diri.
Para orangtua juga menginginkan anak-anak yang menghargai dan bersikap baik pada orang lain. Dan tugas mengasuh anak bagi hampir semua orangtua disadari sebagai tugas utama mereka ketika mereka dianugerahi Allah anak-anak.

Tapi dewasa ini tugas orangtua seperti terasa lebih sulit dan lebih berat dalam menjalankan tugas mengasuh dan mendidik anak dibandingkan dengan dekade-dekade sebelumnya. Perubahan budaya dan sosial masyarakat yang dipengaruhi perkembangan teknologi yang berbeda dari masa-masa sebelumnya mejadi salah satu sebab tak terelakkan.

Ditambah lagi, pendekatan yang tidak tepat dalam mengasuh anak semakin memperparah dan mempersulit orangtua mendampingi perkembangan jiwa anak mereka secara sehat.  Karena pendekatan pola asuh yang tidak tepat, orangtua kemudian seperti harus:
-    memikul semua tanggung jawab,
-    membuat dan mengambil banyak keputusan bagi anak,
-    membantu menyelesaikan banyak masalah anak,
-    memperbaiki dan mengendalikan semua perilaku anggota keluarga

Kadang, sebagian orangtua seperti 'menyerah' dan akhirnya membiarkan anaknya tumbuh dan berkembang seadanya. Ironisnya, sebagian orangtua yang lain justru melakukan 'jalan pintas' dengan cara-cara melakukan tindakan negatif untuk mengendalikan sikap dan perilaku anak-anak: omelan, ancaman, teguran dan bahkan kemarahan.

Ikuti Survey, Anda dibayar !>> Daftar Gratis di sini << 

Perkara ini ternyata menjadi sangat miris jika mengacu pada fakta mengejutkan yang ditemukan Benyamin S. Bloom, professor pendidikan dari universitas chicago: 50% dari semua potensi hidup manusia terbentuk ketika berada dalam kandungan sampai usia 4 tahun. Lalu 30 % potensi berikutnya terbentuk pada usia 4-8 tahun. Ini berarti 80% potensi dasar manusia terbentuk di rumah, di mana keluarga menjadi pusatnya, jauh sebelum anak-anak ini bersekolah secara formal dan informal. Meski keluarga sangat menentukan potensi manusia ketika dewasa, masalahnya adalah sebagian masyarakat kita pada umumnya tidak pernah disiapkan jadi orangtua ketika menikah.

Maka setiap hari semakin banyak anak menjadi korban ketidakfahaman orangtua  bagaimana mengarahkan perilaku anak-anak mereka. Tidak hanya itu saja, pendekatan yang tidak tepat dalam mengasuh anak juga ternyata semakin memelihara dan mengarahkan anak-anak ke arah perilaku negatif.

Tadinya,  dengan otoritas yang dimilikinya orangtua berharap agar anak-anak dapat bersikap patuh dan menurut pada mereka yang akhirnya membuat mereka berperilaku baik. Tapi tanpa disadari, justru respon yang tidak tepat atas segala perilaku anak akan mempengaruhi perkembangan jiwa mereka. Hasilnya tidak dirasakan sekarang, tapi kelak ketika menjalani kehidupan mandiri. Ketika mereka menjalani kehidupan yang tantangannya semakin besar, yang ujiannya bisa jadi lebih besar daripada yang dapat kita bayangkan sekarang.

Tidak berlebihan jadinya jika dikaitkan konteks di atas, pendidikan keluarga sebenarnya menjadi tonggak awal yang sangat penting menentukan kualitas bangsa, jauh  sebelum pendidikan formal maupun informal dilaksanakan seorang anak.

Sudah saatnya masyarakat memberikan porsi perhatian lebih baik terhadap wilayah pendidikan keluarga. Siapapun memiliki peluang untuk berkontribusi membangun pendidikan keluarga agar lebih berkualitas dengan memfasilitasi masyarakat mengikuti program pelatihan keayahbundaan untuk para orangtua.

YUK, JADI AYAH TERBAIK UNTUK MENGHASILKAN GENERASI YANG BAIK....
MARI, JADI IBU AMANAH YANG MENGHASILKAN GENERASI SHALIH dan SHALIHAH

Temukan SOLUSINYA untuk anda merasakan keindahan menjadi orangtua dalam:

PROGRAM SEKOLAH PENGASUHAN ANAK (PSPA)

Sebuah pelatihan keorangtuaan terpadu pertama di Indonesia yang telah diselenggarakan di 15 Propinsi, di 32 kota

Dari Ibu Lurah, ibu Gubernur sampai ibu Menteri,
Dari yang masih lajang dan gadis hingga kakek nenek,
Dari yang belum punya anak hingga yang punya anak sepuluh,
rame-rame ikut acara ini..

JADILAH 1 DIANTARA RIBUAN ORANG YANG SUDAH RASAKAN MANFAATNYA

“Subhanallah, indah sekali hidup dengan anak kalau kita tahu ilmunya” (Elly Faizah, Mojokerto)

“Saya akan benar-benar menyesal jika tidak datang ke acara ini.”
Cheke Karai, Pelatih BKKBN, Makassar

“Selama ini kita menyuruh anak belajar, padahal kita juga harus belajar. Program orangtua yang menyentuh & Empowering”,
Irfan Amalee, CEO Pelangi Mizan, penulis buku-buku anak

“Dulu saya menganggap anak ini beban, sekarang saya anak ini memang anugerah. Saya dan istri merasa mendapat hidayah melalui PSPA atas pendidikan orangtua terhadap anak-anak”,
Chairul, Karyawan Chevron Pacific Indonesia, Riau

“ “Sistematis, lugas, lucu. Dari awal hingga akhir tidak membosankan”,
Rodhiatul Hasanah Siregar, Psi. Dosen Psikologi Universitas Sumatera Utara, Medan


“Insya Allah saya berjanji di depan Allah SWT akan jadi ayah yang shalih, memberikan haq anak, sesuai perintah Allah & Rasul-Nya.” (Ust. M. Ghazali, Ketua Ikatan Da’i Indonesia Propinsi Riau/Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Riau)

“Subhanallah, indah sekali hidup dengan anak kalau kita tahu ilmunya” (Elly Faizah, Mojokerto)

“Ya Allah, betapa beruntungnya saya ikut program ini. Semula saya merasa sudah tahu dari buku-buku dan pelatihan-pelatihan yang pernah saya ikuti. Ternyata hanya sedikit sekali. Astaghfirullah, betapa sombong dan dzhalimnya saya. Selama ini saya egois, belum mengenal anak, maunya saya saja.” (Novia Syafrida, S.S. Balikpapan)

“Saya banyak mendapat inspirasi dengan menjadi peserta program ini” (Hadi Mulyadi, Anggota DPRD Kaltim, Samarinda)

“Saya akan benar-benar menyesal jika tidak datang ke acara ini.” (Cheke Karai, Pelatih BKKBN, Makassar)

“I have to be better to best mother” (Dr. Ir. Rr. Sri Rachma A.B., M.Sc., Makassar)

“Dua hari yang berat karena harus meninggalkan anak-anak. Namun dua hari yang penuh pembekalan menjadi orangtua shalih.” (Elin Linarsih)

“Dahsyat, semua orangtua harus ikut acara ini” (Mardi Soemtiro, Denpasar)

“Waaaaah, suer dapat difahami dan mengena di hati. Saya ingin jadi mom yang dibanggakan buah hati.” (Novy Prasetyo)

“Saya merasa menjadi orangtua baru bagi anak-anakku tercinta”, (Dr. Ir. Nerty Soverda, M.S., Jambi)

"Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA) Jakarta" by Yuk-Jadi Orangtua Shalih
Sekolah Orangtua PSPA III di Jakarta, buruan dapatkan infonya dan segera daftar, jgn sampai kehabisan tiket seperti yang lalu loch.

Investasi : Rp 450rb/orang ,untuk pasangan ada diskon jadi hanya Rp 850rb
Fasilitas : training 2hari full day ( 6modul ),makan siang,snack 2x/hari,goodie bag,notes,pen,booklet/materi seminar dan sertifikat
Trainer : Bapak Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari ( Pendiri Auladi Parenting School ),pengasuh di fb group Yuk Jadi Orangtua Shalih
info lengkap : http://www.auladi.org

Bagaimana Agar Anak Nyaman Curhat Pada Orangtua?




Curhat, sarana yang sederhana, ternyata dapat membuat anak-anak kita bisa memiliki daya tahan mental lebih baik terhadap lingkungan (negatif). Setidaknya itu yang dipublikasikan riset dari John Hopkins University: remaja-remaja yang memiliki kesempatan berbicara pada orangtua ternyata memiliki daya tahan mental lebih baik terhadap pengaruh lingkungan.

Tanyakanlah pada mereka yang tak pernah curhat pada orangtua, apakah mereka merasa 'dekat' dengan orangtuanya? Bagi sebagian kita juga, coba-coba ingat-ingat masa remaja Anda. Bagi sebagain kita yang curhat pada orangtua, bukankah ada perasaan tenang dan nyaman bukan? Sebaliknya bagi kita yang tak pernah curhat, bukankah sungguh tak enak memiliki orangtua tapi tak nyaman bicara pada orangtua?

Lalu, bagaimana agar anak nyaman curhat pada kita, orangtuanya?

Pertama, orangtua harus memahami tipe apakah anaknya ini: periang atau pemalu? Pendekatan pada setiap anak dapat berbeda untuk membuat anak curhat. Anak-anak yang periang mungkin mudah untuk mengungkapkan perasaan dan pikirannya. Bahkan, sebagian anak ini, jika bicara hampir tanpa titik, berantai seperti kereta api. Agar anak curhat, orangtua tinggal membuat pertanyaan-pertanyaan terbuka dari cerita-cerita yang mungkin akan meluncur dari mulut anak-anaknya.

Tetapi bagi sebagian anak lain seperti anak pemalu, maka ia cenderung diam dan pasif. Ini terjadi karena ia cenderung menjadi ‘pengamat’ dari pada pembicara. Apalagi, anaknya cenderung hati-hati. Tapi, percayalah, berbicaralah adalah kebutuhan bagi semua orang, termasuk bagi anak-anak yang pendiam sekalipun. Hanya saja memang orangtua harus pandai memancing-mancing anak agar mau ‘bicara’.

Ikuti Survey, Anda dibayar !>> Daftar Gratis di sini << 

Caranya, Anda lontarkan satu ‘kejadian’ yang mungkin menarik bagi anak untuk memancing perhatiannya. Saya sebut kejadian ini sebagai “even catching“. “Tadi Mama ketemu teman sebangku KK di sekolah, namanya siapa? Neni ya?” “Apa yang KK sukai dari Neni?” “Kenapa sih Adik suka banget sama pelajaran Bahasa Indonesia?” “Kak, apa yang membuat tadi kakak tertawa di sekolah, bagi dong sama Bunda.... “

Kedua, jika Anda menemukan anak murung atau seperti terlihat sedih karena ada masalah dan belum mau bercerita, tidak apa, jangan pernah dipaksa bicara. Semakin dipaksa semakin ‘otak reptil’ bekerja dan ia semakin menutup mulutnya. Anda cukup bicara “Mama senang jika Kakak mau bercerita.... Klo kakak mau bercerita mama siap mendengarkan”

Ketiga, jika Anda menemukan masalah anak atau anak telah bercerita tentang masalahnya dan ada ‘kontribusi’ akibat dari kelalaian anak itu sendiri, jangan pernah terburu-buru untuk mencoba menceramahi atau menggelontorkan nasihat-nasihat kepadanya. Biarkan ia bebas untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan. Berikan pengertian Anda bahwa Anda mengerti perasaan mereka dan bahwa mungkin Anda pun faham betapa kecewanya jika berbuat lalai. Bahwa kita sungguh-sungguh mendengarkan perasaannya. Orang menyebutnya ini sebagai mendengar aktif.

Keempat, berikan kepercayaan kepadanya untuk bersama-sama mencari solusi atas permasalahan yang ia hadapi. Tentu saja, orangtua boleh membantu, tetapi sebaik-baiknya masalah yang dihadapi anak, anak sendiri yang menemukan solusi atas permasalahan yang ia hadapi. Orangtua sebaiknya berperan sebagai ‘fasilitator’. “Mama tau kamu sedih dengan nilai raportmu, kira-kira apa yang bisa kamu lakukan agar nilai kamu tambah baik?” “Ada tidak yang bisa mama Bantu dari ini?” Dengan ini, anak-anak dilatih untuk menjadi ‘problem solver’ minimum untuk dirinya sendiri atau setidaknya jika kita pun menawarkan bantuan, ia sendiri yang memutuskan di bagian manakah orangtuanya dapat membantu dirinya.

Kelima, kendalikan anak dari televisi. Menonton televisi yang berlebihan dapat membuat anak menjadi pasif. Kita tahu, saat anak nonton televisi ia lebih banyak diam dibandingkan dengan bergerak. Padahal saat bergerak, gerakan bagi anak-anak itu menstimulasi otaknya, kecerdasannya. Dengan anak pasif, ia hanya menerima, tidak aktif merespon. Otaknya jadi tak terlatih untuk berpikir dan dapat membuat mereka semakin sulit untuk mengeluarkan pikiran dan perasaannya. Satu jam sehari nonton televisi cukuplah sekadar untuk memuaskan anak-anak kita. Setidaknya itu yang dilakukan Madonna, artis Hollywood yang terkenal itu. Masak orangtua shalih kalah sama Madonna?

Keenam, berlatihlah. Orantua shalih, seharusnya semakin dewasa anak kita semakin sedikit kita bicara dan kita berikan anak-anak kita justru yang banyak bicara. Memang jika sebagian Anda “hobby” bicara terasa sulit. Tapi insya Allah dengan latihan menahan diri untuk tidak buru-buru mengungkapkan bahwa gagasan kita lebih baik dari pada anak-anak kita, kita akan semakin terlatih membuat anak kita bicara.

Ketujuh, Anda boleh mengungkapkan gagasan, pikiran dan perasaan Anda pada anak setelah anak bicara banyak. Saya terlalu sering bilang pada banyak orangtua pakailah rumus “undang anak bicara, baru kita bicara”. Tapi saat Anda bicara, please... jangan pernah membandingkan anak kita dengan siapapun agar anak berbuat baik. Terima ia apa adanya, fokus saja pada solusinya.

Kedelapan, gunakan waktu-waktu santai anak. Memilih waktu santai lebih efektif karena anak-anak dalam keadaan rileks pikirannya. Ia lebih nyaman untuk bicara dan bahkan mungkin bisa lebih nyaman untuk menerima pesan-pesan yang disampaikan orangtua.

Kesembilan, anti jaim alias jangan pernah jaga image di depan anak. Maksudnya pakailah bahasa tubuh dan ekspresi Anda saat Anda senyum, tertawa, sedih. Sertakan gerakan mata, ekspresi wajah, gerik-gerik tubuh Anda. Tetapi tak usah berlebihan dan hati-hati saat Anda merasa khawatir. Anda harus pandai mengendalikan diri Anda sendiri. Jangan sampai saat anak gadis Anda bicara “Ma aku gemetaran tanganku tadi di sekolah di pegang sama Cecep..”. Jangan sampai Anda justru yang gemetara dan berkeringat dingin di depan anak. Apalagi sampai pingsan di depan anak. Sungguh tak lucu bukan?

Jangan pernah dianggap bahwa kesembilan hal ini ribet. Curhat adalah hal yang sangat sederhana dan tidak memerlukan keterampilan seperti Anda bicara. Yang dibutuhkan dari Anda adalah mau tidak Anda menahan diri untuk tidak buru-buru menyalahkan, untuk tidak buru-buru melontarkan perasaan dan pikiran Anda. Ingat, membuat anak curhat adalah membuat mereka mengeluarkan pikiran dan perasaan mereka, bukan mengeluarkan perasaan dan pikiran Anda. Ingat, Allah menciptakan dua telinga dan satu mulut, makannya, sebenarnya mendengar curhat anak seharusnya lebih mudah daripada bicara pada anak.

Written By:
Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
Direktur Auladi Parenting School /Master Trainer Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA)
www.auladi.org
Email: inspirasipspa@yahoo.com

Tips Komunikasi Efektif Antara Suami Istri

Oleh: Cahyadi Takariawan

dakwatuna.com - Dalam kehidupan sehari-hari, banyak dijumpai pasangan suami istri yang terjebak dalam konflik berkepanjangan, hanya karena sebab yang sepele dan remeh. Mereka tidak mampu mengungkapkan keinginan dan perasaan secara lancar kepada pasangannya,

yang berdampak muncul salah paham dan memicu emosi serta kemarahan pasangan. Ini menunjukkan adanya komunikasi yang tidak lancar, sehingga berpotensi merusak suasana hubungan antara suami dengan istri.

Ternyata, komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan keharmonisan kehidupan rumah tangga. Gagal berkomunikasi bisa mengancam keutuhan sebuah keluarga, bahkan sampai ke tingkat perceraian. Sebenarnya apakah maksud komunikasi, dan bagaimana agar bisa berkomunikasi secara efektif kepada pasangan?

Makna Komunikasi

Komunikasi adalah aktivitas menyampaikan apa yang ada dalam pikiran, konsep yang kita miliki dan keinginan atau perasaan yang ingin kita sampaikan pada orang lain. Komunikasi juga bermakna sebagai seni mempengaruhi orang lain untuk memperoleh apa yang kita inginkan. (B S Wibowo, 2002).

Yang dimaksud dengan komunikasi efektif adalah sebuah bentuk komunikasi dimana pesan yang disampaikan berhasil mencapai sasaran dengan feedback (respon) yang sesuai dengan tujuan. Jika suami menghendaki “Aku ingin dibuatkan teh panas manis”, maka istri mengerti persis setingkat apa panasnya dan seperti apa tingkat kemanisannya. Jika istri membuatkan kopi pahit, maka jelas ini bentuk komunikasi yang terdistorsi secara berlebihan.

Jika istri menghendaki, “Aku ingin engkau perhatikan”, maka suami mengerti persis bentuk perhatian seperti apa yang diinginkan istri dan menyenangkan hati istri. Jika suami justru pergi meninggalkan rumah dengan marah, ini menandakan proses komunikasi yang terlalu jauh menyimpang.

Pondasi Utama

Jauh sebelum berpikir tentang upaya membangun komunikasi efektif, hal yang pertama kali harus dimiliki adalah menciptakan visi keluarga yang jelas. Suami dan istri harus memiliki cita-cita besar (vision) yang terang benderang, dan menjadi sebuah ikatan moral yang kokoh untuk diwujudkan dalam kehidupan. Visi inilah yang akan menuntun arah perjalanan kehidupan keluarga agar tidak menyimpang dan tidak berbalik arah.

Visi keluarga adalah surga. Ingin mendapatkan kebahagiaan kehidupan di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat. Mendapatkan surga dunia dalam rumah tangga, dan mendapatkan surga akhirat di taman keabadian yang dijanjikan-Nya. Inilah visi yang sangat kokoh, yang mengikat kehidupan keluarga menuju kepada muara yang sangat jelas dan indah.

Dengan visi ini, suami dan istri akan selalu berusaha membahagiakan pasangannya. Selalu berusaha untuk menciptakan keluarga yang bahagia, dan bersama masuk surga.

10 Prinsip Komunikasi Efektif

Ada banyak orang berkomunikasi, namun tidak mendapatkan tanggapan seperti yang diharapkan. Ternyata pesan tidak sampai kepada pasangan, atau pesan sampai kepada pasangan tetapi dengan terdistorsi. Dampaknya komunikasi tidak pernah nyambung dan masing-masing merasa tidak nyaman dalam berkomunikasi. Hal ini akan mengakibatkan kemalasan dalam komunikasi dan memilih pasif.

Agar komunikasi antara suami dan istri bisa efektif, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh kedua belah pihak:

1. Mengetahui ragam komunikasi, dari berbicara, menulis, hingga menyampaikan pesan lewat berbagai media

2. Bersikap empati. Memposisikan diri Anda pada situasi perasaan dan pikiran yang sedang dialami pasangan.

3. Fleksibel, komunikasi kadang memerlukan suasana dan gaya serius, namun ada kalanya lebih efektif menggunakan suasana dan gaya yang santai

4. Memahami bahasa nonverbal. Kadang ekspresi wajah dan bahasa tubuh pasangan Anda sudah mengisyaratkan sesuatu pesan

5. Jadilah pendengar yang baik. Jangan menguasai komunikasi dengan terlalu banyak bicara dan tidak mau mendengar

6. Egaliter, hilangkan sekat pembatas antara Anda dengan pasangan yang menghalangi kehangatan komunikasi

7. Hindarkan kalimat dan gaya yang menyakiti hati pasangan, atau menyinggung perasaannya

8. Sampaikan pesan dengan lembut dan bijak. Jangan berlaku kasar dalam komunikasi

9. Gunakan bahasa dan media yang tepat, sesuai dengan situasi dan kondisi saat melakukan komunikasi

10. Pilih waktu, suasana dan tempat yang tepat untuk mendukung kelancaran berkomunikasi.

Demikianlah sepuluh prinsip komunikasi efektif antara suami dan istri. Semoga kita semua mampu menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Aamiin.(hdn)

Berita

Baca Juga Artikel : More on this category »

Hobby

Baca Juga Artikel : More on this category »

Dunia Belajar

Baca Juga Artikel : More on this category »

Kecantikan

Baca Juga Artikel : More on this category »

Diet Sehat

Baca Juga Artikel : More on this category »

Keluarga

Baca Juga Artikel : More on this category »

Organisasi

Baca Juga Artikel : More on this category »
 

© Copyright Wanita Kaltim Media 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.