News Update :

food.detik

Info Populer

Kegiatan Wanita

Baca Juga Artikel : More on this category »

Lomba Foto Trend Hijab

Baca Juga Artikel : More on this category »

Kesehatan

Baca Juga Artikel : More on this category »

Silaturahim

Baca Juga Artikel : More on this category »

Kuliner

Baca Juga Artikel : More on this category »

Artikel Islami

Baca Juga Artikel : More on this category »

Pernikahan Islami

Baca Juga Artikel : More on this category »
Tampilkan postingan dengan label Fashion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fashion. Tampilkan semua postingan

Rahazka Butik menjadi salah satu sponsor Acara Lomba Foto di WKM

Sahabat WKM, memperkenalkan salah satu sponsor acara lomba Foto Trend Hijab kali ini adalah Rahazka Collection milik disainer muda nan cantik Hastuti Yuliana,  ibu dua anak yang awalnya hobi mendesain pakaian untuk digunakan sendiri, kini sukses memiliki beberapa butik salahsatunya di Mall Lembuswana samarinda, Rahazka baru-baru ini dipercaya untuk mendesain busana bernuansa kaltim dalam acara ultah provinsi kaltim. busana kombinasi sarung Samarinda, batik dan songket Samarinda, terciptalah busana yang begitu memukau. berikut hasil karya Rahazka tersebut.




Pemotretan para Pemenang World Moslem Beauty 2012


Cara berpakaian sebagai identitas suatu bangsa juga berlaku bagi pemakaian baju muslim. Di Arab Saudi, para perempuannya kerap menggunakan cadar dan baju gamis hitam dalam aktivitasnya sehari-hari. Gaya pakaian seperti ini sesuai dengan kondisi alam negara itu yang diliputi padang gurun pasir dan bercuaca panas.

Sementara di Indonesia, sebagai negara muslim terbesar di dunia, baju muslim tampil dengan warna dan model yang lebih variatif. Apa jadinya jika busana muslim Indonesia dibawa ke tengah-tengah masyarakat Madinah, salah satu kota suci umat muslim?

Hal unik terjadi saat pemotretan para pemenang World Moslem Beauty 2012 yang tengah melakukan promosi kompetisi duta muslimah berbakat itu pada Jumat (24/5/2013) sore waktu setempat. Ada tujuh kontestan yang ikut dalam sesi pemotretan ini. Mereka adalah Nina Septiani (Juara I), Dwi Handayani Putri (Juara II),
Anggun Hiasyah (Juara III), Tasya Gunoto (The Most Innovative Muslimah), Rizkitha (The Best Video and Al-qur'an Recitation by Polling), Al Khansa (The Most Talented Muslimah), dan Dheanita Tribuana (The Favorite by Polling).

Kehadiran tujuh pemenang WMB 2012 di tengah keramaian masyarakat Madinah, tak ayal mencuri banyak perhatian. Para perempuan Madinah berhenti sejenak untuk melihat balutan baju muslim modern namun tetap dengan konsep syar'i, menutupi aurat perempuan.

Ada pula seorang ibu dari India yang tak kuasa memegang sebuah jubah putih yang dikenakan salah satu pemenang. Ibu ini menyangka bahwa jubah itu sedang dijual. Rizkitha, salah satu kontestan pun menjelaskan bahwa mereka tengah melakukan pemotretan. Berbeda lagi dengan seorang perempuan bernama Shaloum, asal Iran. Shaloum bahkan tak canggung ketika diminta untuk berpose bersama Al-Khansa, peserta lainnya.

Pada pemotretan kali ini, para pemenang WMB mengenakan tujuh pakaian muslim karya para desainer label busana Mumtaaz. Pakaian muslim yang ditampilkan Mumtaaz adalah pakaian muslim yang syar’i, atau tetap menutup aurat dan tidak membentuk lekuk tubuh.

Model yang ditampilkan sederhana namun masih berkesan anggun dengan menggunakan mayoritas warna gelap yang dipadupadankan dengan manik serta payet cantik yang modern di bagian lengan dan dada. Mumtaaz juga menampilkan baju muslim dengan warna mix and match antara baju gamis hijau dengan motif abstrak, dan blazer warna coklat motif garis-garis.
Tak hanya mengandalkan warna-warna gelap, yang menjadi ciri khas busana muslim di Arab Saudi, Mumtaaz juga mengedepankan warna cerah seperti baju gamis hijau dipadupadankan dengan jilbab variasi warna oranye. Payet serta batu kristal di sekitar dada menambah kecantikan busana ini.

Pemotretan yang dilakukan dengan latar belakang Masjid Nabawi, di mana terdapat makam Nabi Muhammad SAW dan gedung-gedung bertingkat di pusat kota Madinah, menambah eksotisme dari Muslimah bertalenta ini.
World Moslem Beauty merupakan ajang pencarian duta muslimah inspiratif sedunia yang diselenggarakan oleh World Moslem Beauty Foundation. WMB merupakan acara tahunan yang dilakukan sejak tahun 2011.Tahun ini, WMB mengubah namanya menjadi Annual Award of World Muslimah. (kompas.com)

Kenali Jenis Sepatu Anda



Sepatu tidak hanya berfungsi sebagai alas kaki, tetapi juga telah menjadi bagian dari penampilan seseorang. Untuk sepatu wanita, model sepatu yang dijual ada berbagai macam. Informasi berikut dapat berguna untuk menambah pengetahuan tentang apa saja model alas kaki yang ada.
Beragam sepatu wanita yang ada sebagai berikut:
Open Toe Shoes
Seperti namanya, ujung sepatu ini terbuka sehingga jari kaki seperti ibu jari dan jari telunjuk terlihat. Bagian belakang pada umumnya tertutup, sehingga baik digunakan pada acara formal atau informal. Keuntungan menggunakan sepatu ini adalah kaki tidak berkeringat sehingga lebih nyaman.
Pump Shoes
Pump shoes mengartikan sepatu labu. Disebut demikian, karena ujung sepatu ini menyerupai buah labu, berbentuk setengah bundar. Sepatu jenis ini cocok bila dikombinasikan dengan rok mini.
Sling Back Shoes
Jenis ini dicirikan dengan adanya tali yang melilit di pergelangan kaki. Sering juga disebut sepatu sandal. Cocok digunakan dengan rok model A-line sehingga dapat memberi kesan feminim pada penampilan anda.
Wedge Heel
Sepatu ini dapat diperuntukkan bagi anda yang merasa tidak nyaman dengan sepatu berhak kecil. Wedge Heel memaksudkan jenis sepatu dengan hak yang mempunyai ukuran yang sama dari depan sampai belakang dan menyatu dengan sol sepatu. Hak sepatu ini tidak mudah patah dan cocok bagi anda yang memiliki berat badan lebih.
Kitten Heel
Maksud sepatu ini adalah sepatu dengan hak rendah. Lebih cocok bila digunakan dalam acara-acara kasual.
Stiletto
Dengan bagian depan yang runcing dan hak yang tinggi runcing, sepatu ini cocok bila anda menggunakan gaun dalam acara pesta karena dapat menimbulkan kesan feminim dan seksi.
Selop
Disebut juga dengan slipper. Selop dengan bagian belakang terbuka dan menyerupai sandal ini dapat digunakan bila anda ingin tampil santai tetapi ingin tetap berkesan sopan.
Boots
Sepatu yang tertutup keseluruhan. Boots ada yang hanya sampai pergelangan kaki, sampai setengah betis dan ada yang sampai selutut. Seperti koboi, sepatu ini sangat cocok bila digunakan dengan jeans.
Sports
Sering disebut dengan sepatu kets. Sepatu yang biasa digunakan saat berolahraga.

Ida Royani bersama Dua Orang Putrinya

 
Untuk pertama kalinya, perancang busana muslim Ida Royani (60) berkolaborasi dengan dua putrinya, Jenahara (27) dan Faradina Nasution (35). Ketiganya menjadi perancang yang membuka show di hari ketiga Kemang Fashion Week, yang berlangsung di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (12/4/2013) lalu.
"Ini kali pertama kita tampil bersama dalam satu show," ujar Ida, yang sebelumnya hanya bekerjasama dengan Jenahara untuk salah satu label busana, yaitu Jenahara by Ida Royani.
Ketiganya ambil bagian dalam sesi pagelaran bertajuk "Hijabers Style". Kata Ida, koleksi hijab yang kasual dengan warna-warna mono seperti hitam dan merah, merupakan koleksi lamanya. Dia tidak membuat koleksi baru karena permintaan untuk show yang cukup dadakan.
Koleksi Ida menggunakan bahan tenun Nusa Tenggara Timur. Dikatakannya, sebagai salah satu perancang busana muslim dia sudah cukup lama berkiprah dan punya gaya desain tersendiri.
"Saya melihat apa yang menjadi tren sekarang sebenarnya sudah pernah saya desain 30 tahun yang lalu, jadi kadang ada yang bilang kalau saya bergaya muda," ujarnya berseloroh.
Tetapi di luar itu, ia mengikuti juga tren atau yang diminati oleh publik untuk bisa menghasilkan desain baru.
Faradina dan Jenahara menimpali, meski kerap berhubungan dengan rancangan ibu mereka, soal desain mereka memilih jalur berbeda. Misalnya dari pengembangan kreasi mode dan aksen.
"Tapi yang saya tampilkan di sini tidak punya tema khusus, lebih ke koleksi saya yang smart casual," ujar Faradina.
Jenahara menuturkan kalau dirinya optimistis untuk memilih jalur sebagai perancang busana muslim, karena yakin kelak Indonesia bisa  menjadi kiblat busana muslim bagi dunia fashion internasional. (kompas.com)

Tren Baru Berbusana Muslim Yang Modis Dan Modern

Sahabat Wanita Kaltim Media . . .
Munculnya komunitas hijabers dan muslimah lainnya tak ditampik membuat tren berbusana tersendiri yang akhirnya menjadi “happening”. Alhasil, era berbusana para muslimah pun kini makin modis dan gaya.

Tengoklah beberapa tahun ke belakang. Keberadaan para pemakai kerudung atau hijab mungkin masih sangat minim, sehingga model busana muslim pun masih sangat konservatif dan tidak sevariatif sekarang.

Seiring perjalanan waktu, busana muslim mulai menampakkan gaungnya dengan berbagai pilihan busana trendi. Sayangnya, pilihan modis itu masih menjadi milik kalangan dewasa dan bukan muslimah muda. Kalangan ini belum memiliki tren tersendiri. Mereka hanya mengikuti tren busana dewasa karena terbatasnya pilihan.

Berbeda dengan sekarang, khususnya tahun ini di mana masa-masa berkerudung ala hijabers “booming”. Muslimah remaja pun bisa mereguk tren mereka sendiri sekaligus menularkan para semua kalangan, tak terkecuali ibu-ibu muda.

hijabers community, sebuah wadah komunitas wanita muslimah yang dibentuk pada tanggal 27 November 2010 di Jakarta, oleh 30 wanita berjilbab dengan latar belakang profesi dan kehidupan yang berbeda. Berkumpul bersama untuk berbagi visi mereka untuk membentuk sebuah komunitas yang akan mengakomodasi kegiatan yang terkait dengan jilbab dan muslimah. Dari fashion, gaya jilbab dan segala sesuatu yang akan membuat kaum muslimah menjadi lebih baik. Dan diharapkan melalui komunitas ini, setiap muslimah bisa bertemu teman baru, saling mengenal satu sama lain dan belajar dari satu sama lain.

Dari perjalanannya, mereka berhasil mengumpulkan anggota-anggota yang berjiwa muda, dinamis, energik, dan penuh kreativitas berkumpul dan berkegiatan yang sangat asyik dan positif,, seperti workshop fashion, class kecantikan tata rias make up, program charity dan lain-lain dan yang pasti pengajian rutin.
Dari sisi fashion style-nya, mereka sangat kreatif dalam menciptakan style-style baru yang out-of-the-box, lain dari biasanya. Beberapa style adaptasi perpaduan dari style fashion muslimah dari timur-tengah. Mereka berhasil menciptakan tren Fashion style ala hijabers yang uniquely modern dan stylish, mendobrak pakem dan membuktikan bahwa berbusana muslim justru akan menambah cantik dan anggun penampilan seorang muslimah. Tak salah jika style berbusana ala Hijabers saat ini banyak dijadikan inspirasi gaya busana muslimah indonesia.

  ..

Desiner Indonesia Go International Fair of the Moslem World 2011

Sahabat Wanita Kaltim Media . . .
Indonesia layak menjadi kiblat muslim dunia. Inilah catatan penting di penghujung 2011 yang datang dari pengalaman desainer muda Diandra Wahyu Utami (20) atas keterlibatannya di International Fair of the Moslem World 2011 di Le Bourget, Paris, Perancis, 14-19 Desember 2011 lalu.
Kepercayaan diri ini didasari atas fakta bahwa busana muslim rancangan desainer Indonesia, mendapat sambutan meriah sekaligus apresiasi dari masyarakat Eropa, di Paris khususnya. Rupanya, busana muslim kreasi desainer ternama tak hanya memukau di kalangan pecinta mode Indonesia sepanjang 2011. Rancangan busana muslim Indonesia dianggap paling fashionable namun tetap sesuai pakem berbusana muslim.

Sambutan meriah
Desainer yang populer dengan nama Dian Pelangi ini menjelaskan, pengunjung pameran kebanyakan adalah orang Arab yang tinggal di Paris, seperti dari Tunisia, Morocco, Turki, Mesir, Yordania sampai Lebanon. Selain juga masyarakat Paris itu sendiri, juga beberapa dari negara tetangganya seperti Italia, Spanyol, Jerman.
“Respons terhadap rancangan busana muslim Indonesia bagus sekali, baik di pameran ataupun di fashion show. Mereka takjub dengan busana muslim Indonesia, termasuk cara berkerudung muslimah Indonesia dengan gaya unik dan menarik. Saat fashion show, responsnya juga luar biasa. Ketika baju pertama keluar dari Indonesia, disambut dengan riuh tepuk tangan dan bahkan standing applause. Mereka salut karena memang busana muslim Indonesia yang paling fashionable tapi tetap sesuai syariat,” jelas Dian kepada Kompas Female melalui surat elektronik sepulang dari Paris.
Dian tak datang sendiri membawa koleksi busana muslim buatan Indonesia di ajang bergengsi di Eropa ini. Dipayungi oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Dian mewakili Indonesia mengenalkan busana muslim di Eropa bersama desainer ternama lainnya seperti  Nunik Mawardi, Anne Rufaidah, Monica Jufry, Najua Yanti, Hannie Hananto, Irna Mutiara, Nieta Hidayani, Malik Moestaram dan Boyonz Ilyas. Desainer Amy Atmanto juga ditunjuk pemerintah untuk turut mengenalkan busana Indonesia di ajang fashion muslim di Paris ini. Tak ketinggalan, turut mendampingi, Eka Shanty yang giat menggaungkan misi Indonesia sebagai kiblat fashion muslim dunia melalui Indonesia Islamic Fashion Consortium (IIFC).
Warna baru dari Indonesia
Selain desainer Indonesia, 10 desainer Paris juga menghadirkan koleksi busana muslim di ajang fashion ini.  Menurut Dian, rancangan busana muslim desainer Paris ini wearable dan kasual. “Desainnya bagus dan harganya relatif murah sehingga bisa masuk di semua kalangan,” kata Dian mengamati fashion muslim Eropa.
Indonesia hadir memberikan sentuhan berbeda dalam fashion muslim, terutama penggunaan material yang istimewa, seperti kain tradisional khas nusantara. “Desain Indonesia juga sangat menarik, pastinya memberi warna baru dalam muslim fashion dunia,” lanjut perancang busana asal Palembang yang dipilih sebagai penampil pembuka di ajang peragaan busana muslim Paris ini.
Paris sebagai salah satu kiblat fashion dunia, ditinggali para pecinta mode yang tentunya melek tren. Warna terang menyala yang menjadi tren 2011 lalu rupanya digemari masyarakat setempat. Alhasil, tak sulit bagi busana muslim Indonesia, terutama rancangan Dian Pelangi, yang dikenal berani bermain warna, untuk menggaet perhatian penggemar mode di Paris.

“Kalau orang Arab cenderung menyukai warna gelap karena mereka memang seringkali diharuskan menggunakan baju gelap seperti hitam atau abu abu. Tapi orang Paris lebih suka busana berwarna cerah dan unik, malah cenderung suka warna yang agak shocking,” jelas Dian.
Koleksi busana Dian Pelangi yang juga ditampilkan di pekan mode Jakarta Fashion Week 2012 November lalu juga diminati penggemar mode di Paris. Pasalnya, pendiri Hijabers Community ini lebih banyak membawa busana bermodel coat. Kejelian melihat kebutuhan pasar membuat coat rancangannya laris manis di Paris. “Karena memang di sana sedang musim dingin dan coat saya hampir sold out,” tambahnya.
.

Antusiasme masyarakat Eropa terhadap busana muslim Indonesia terlihat dari transaksi belanja di pameran. Dari pengalaman Dian, ia tak membawa pulang rancangan busana model abaya, gamis dan kaftan karyanya lantaran habis tak tersisa selama pameran di Paris. “Hari pertama pameran sudah laku banyak. Hari kedua orang datang lagi dan kecewa karena busana sudah habis,” ungkap Dian yang sempat merasa menyesal tak dapat membawa banyak koleksi lantaran terbentur pembatasan kapasitas bagasi.
Sambutan positif masyarakat Eropa, khususnya di Paris, atas busana muslim Indonesia tentunya tak datang begitu saja. Rupanya, sejumlah nama desainer Indonesia ternama di sana. Fakta ini semakin menguatkan kepercayaan diri untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat fashion muslim dunia. “Saya rasa sudah pantas lah Indonesia menjadi pusat fashion muslim dunia. Namun mungkin keinginan pasar agar busana muslim Indonesia lebih murah harganya agar dapat dipakai sehari-hari maupun untuk busana pesta, busana yang lebih wearable,” tuturnya.
Indonesia tak hanya menghadirkan busana muslim yang kreatif, unik, dan berkarakter khas. Cara perempuan Indonesia berkerudung juga menjadi perhatian dunia, setidaknya di Paris, sebagai kota referensi fashion. Termasuk cara berkerudung Dian dengan gayanya yang unik dan menarik seperti turban atau model lilit. Alhasil, “kursus” singkat pun digelar.  Dian mengaku kerap diminta mempraktikkan gaya kerudung model lilit. Tak tanggung-tanggung, 10 gaya berkerudung ala anak muda Indonesia ini diperagakan Dian untuk memenuhi rasa ingin tahu pengunjung pameran.
Permintaan untuk memeragakan gaya berkerudung juga kerap ditemui Dian di luar area pameran. “Selama di Paris, saya juga sering bertemu dengan non muslim yang tertarik dengan busana saya. Misalnya ketika sedang berjalan-jalan di sekitar menara Eiffel atau Champs Elysees, kerap kali orang memperhatikan kerudung saya, bahkan banyak yang sengaja meminta saya untuk mempraktikkan cara memakai kerudung yang saya pakai,” aku Dian yang mengaku terbantu berkomunikasi berbahasa Perancis dengan masyarakat setempat dengan dukungan mahasiswa Indonesia dan pihak kedutaan Indonesia di Paris.
Sumber : http://female.kompas.com

Berita

Baca Juga Artikel : More on this category »

Hobby

Baca Juga Artikel : More on this category »

Dunia Belajar

Baca Juga Artikel : More on this category »

Kecantikan

Baca Juga Artikel : More on this category »

Diet Sehat

Baca Juga Artikel : More on this category »

Keluarga

Baca Juga Artikel : More on this category »

Organisasi

Baca Juga Artikel : More on this category »
 

© Copyright Wanita Kaltim Media 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.